10.46

PEMBUKAAN TMMD KE – 82 DI SRAGEN

SRAGEN - Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke – 82 tahun 2009 berlangsung di Desa Sukorejo, Kecamatan Sambirejo, Selasa (2/6). Komandan Kodim 0725/Sragen, Letnan Kolonel Arm VS Bayu Sasetiyo, S.IP bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan pemukulan kentongan untuk menandai pembukaan dilakukan oleh Kapolres Sragen, AKBP. Jawari, SH. Upacara Pembukaan kegiatan yang dahulu bernama ABRI Masuk Desa (AMD) ini dihadiri Bupati Untung Wiyono, Ketua DPRD Agus Wardoyo, Unsur Muspida, Para Pejabat Sipil, TNI dan Polri serta Tokoh Masyarakat. Peserta upacara terdiri dari unsur Kodim 0725/Sragen, Yonif 408/Sbh. Pepabri, Hansip, Korpri, Karang taruna dan Osis dan Pramuka.. Menurut Kapt. Kav. Subiyanto selaku Perwira Pelaksana, TMMD Sengkuyung Tahap – I TA.2009 ini akan dilaksanakan selama 21 hari, hinggga 22 Juni 2009. Sasaran pelaksanaaan meliputi pembangunan fisik dan non fisik. “Untuk kegiatan fisik antara lain betonisasi jalan sepanjang 1125 M, dengan lebar 75 CM sebanyak 2 jalur dengan tebal 10 CM. Sedangkan untuk kegiatan Non Fisik antara lain Penyuluhan Bidang Kamtibmas, Kesehatan Masyarakat, Pendidikan Bela Negara, Pemahaman Hukum, Kesehatan Lingkungan, Bidang Pertanian, Peternakan serta Pembinaan Rohani,” jelas Subiyanto. Pelaksanaan kegiatan TMMD ke – 82 di Sragen kali ini menggunakan dana dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp.114 Juta dan APBD Sragen sebesar Rp. 36 Juta. Dengan melibatkan 1 SST Kodim 0725 sebanyak 50 orang, 5 orang dari DPU dan Dinas terkait, 10 orang dari Pemerintah DEsa Sukorejo, 5 orang Hansip Desa, 25 orang KBT dan pramuka serta 150 orang masyarakat yang akan bekerja secara bergiliran. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo, dalam amanat tertulis yang dibacakan oleh Dandim 0725/Sragen, menjelaskan bahwa Program yang dilakukan serentak di 54 Kabupaten/ Kotamadya ini merupakan suatu upaya pemerintah untuk membantu meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah. Selain itu juga untuk meningkatkan ketahanan wilayah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memantapkan wawasan kebangsaan. KASAD berharap program TMMD ini benar benar menjawab aspirasi dan kepentingan masyarakat, karena proses perencanaannya melibatkan berbagai instansi dan masyarakat. Program ini disusun dengan sistem Bottom Up Planning , yang mekanismenya dimulai dari hasil musyawarah tingkat desa, Kecamatan kemudian Tingkat Kabupaten yang selanjutnya tingkat PJO TNI untuk selanjutnya pelaksanaan TMMD. (dyn)

0 Guneman: